Pertama, siapkan lapisan mentega. Letakkan mentega pada selembar plastik dan bentuk menjadi persegi panjang. Lalu dinginkan di dalam lemari es selama 30 menit.
Dalam sebuah mangkuk besar, campurkan tepung, gula pasir, dan garam. Kemudian tambahkan susu pekat, telur, dan air dingin. Aduk rata hingga menjadi adonan yang kenyal.
Letakkan adonan di atas permukaan yang ditaburi dengan tepung dan uleni selama beberapa menit hingga adonan tidak lengket.
Gilas adonan menjadi persegi panjang yang tipis.
Taruh lapisan mentega di tengah adonan, lalu lipat adonan menjadi tiga bagian seperti membuka sebuah buku.
Gilas adonan lagi menjadi persegi panjang tipis dan lipat lagi menjadi tiga bagian.
Ulangi langkah ini sebanyak tiga kali sehingga lapisan mentega tercampur rata dalam adonan.
Setelah selesai melipat adonan, dinginkan di dalam lemari es selama sekitar 30 menit.
Setelah adonan dingin, gilas adonan menjadi persegi panjang tipis.
Potong adonan menjadi segitiga dengan ujung yang tebal di bagian bawah.
Gulung segitiga dari ujung yang tebal hingga ujung yang tipis.
Letakkan croissant di atas loyang yang dilapisi kertas roti dan biarkan kembali di dalam lemari es selama 1 jam.
Setelah 1 jam, keluarkan croissant dari lemari es dan biarkan di suhu ruang selama 1-2 jam hingga mengembang.
Panaskan oven pada suhu 200 derajat Celsius.
Sebelum memanggang, olesi permukaan croissant dengan kuning telur.
Panggang dalam oven selama 20-25 menit atau hingga croissant berwarna keemasan.
Angkat croissant dari oven dan biarkan dingin sebentar sebelum disajikan.